Showing posts with label Articles. Show all posts
Showing posts with label Articles. Show all posts

Sukses, Kaya, dan Kasih Sayang  

Posted in ,

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia
melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu
tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua
pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk
mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu
sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu,kami tak
ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua
kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia
berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali,

dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata pria itu hampir
bersamaan.

"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu
berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria
berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil
memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama
Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang
boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran.

"Ohho...menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si
Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita
tak mengundang si Kesuksesan saja?

Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen

ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan
siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita
mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam?

Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. "

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk
si Kasih-sayang ini ke dalam.

Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.

"Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda
menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata,
kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita
itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si
Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si
Kekayaan, atau si Kesuksesan,

maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si
Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu
bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan
ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si
Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada
jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat
berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

Kisah Sebuah Senyuman  

Posted in

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana .Â
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.Â

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.Â
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.Â
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."Â
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.Â

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.Â
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.Â

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!Â
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.Â

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.Â

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.Â
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.Â
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.Â

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.Â
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."Â
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.Â

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.Â

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.Â

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."Â

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."Â
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.Â

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.Â

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."Â

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.Â
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!Â

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.Â

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.Â
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."Â

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."Â

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!Â

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!Â

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Credits to

ferry_0307@yahoo.co.id

Selalu tetap Berdoa !  

Posted in ,

Ada suatu cerita

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang
begitulah
peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu
untuk
berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik.

Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak

sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,

Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu
sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!" Dor!!! Tanda telah
dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.
Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan...
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap,

dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang,
bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan," kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan
untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan,

supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah

gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita
semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap
ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat
menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau
menyadari
kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita
lakukan untuk
berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu
sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi
yang
terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa

pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan
mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita
kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah,
cengeng dan mudah
menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian

tersebut.

Amin....

Have a positive day!

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus
HRD & General Services Manager
PT Widatra Bhakti
Moderator I2
www.inspirasiindone sia.com
"If you believe that you can see it"

Jadilah Pelita kebijaksanaan  

Posted in

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang
sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu
terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya!
Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar
orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya
orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama,
dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia
mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!"
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si
buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa
lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu
menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!"
Si buta tertegun.... Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf,
"Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah
orang buta."
Si buta tersipu
menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya."
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang
dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Dalam
perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
"Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya
justru mau menanyakan hal yang
sama." Senyap sejenak... secara
berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak
pun mereka menjawab, "Iya...," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun
berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang
berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada
waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul
pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga,
jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa
ikut melihat jalan mereka."
Pelita
melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita
dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si
buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah
orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke
arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi
bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi
lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas
kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak
pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang
kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka
bisa melihat. Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan
dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau
tidak sengaja. Mereka bisa menjadi
guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah
selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang
buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah
pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin
bijaksana. Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar
akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan:
Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita
pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi

Hari Baru!  

Posted in

Hore,
Hari Baru! 
Teman-teman. 

Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi 
dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan 
sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa 
mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. 
Bahkan, tidak jarang kita memberikan `bonus' nya sekalian. Jika anda 
menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari 
saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda 
pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya 
itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada 
anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu 
melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili 
terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan 
begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam?

Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu: 
perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan. 
Mari kita tahas, satu demi satu. Pertama, perbuatan orang lain 
kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan 
perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk 
menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari 
sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau. 
Misalnya dengan mengatakan; "Maaf Mas, kalau mau merokok jangan 
diruangan ber-AC seperti ini dong...." Apakah orang itu akan 
berhenti, atau pindah ketempat terbuka, atau memasabodohkan 
perkataan anda; itu diluar kuasa anda. 

Bahkan, sekalipun anda seorang atasan; anda hanya bisa 
mengatakan; "Optimalkan jam kerjamu." Atau "Lakukan kegiatan ekstra 
untuk perusahaan." Atau "Jangan terlambat masuk kerja." Anda bisa 
melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas 
kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka 
sendiri, tetapi dimata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan 
yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa 
mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain; 
anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi 'will' 
seseorang. Mengapa? Karena, 'kehendak' adalah hak setiap manusia. 
Dan seperti yang kita tahu; ada orang yang mampu mengarahkan 
kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang 
sebaliknya. 

Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan 'sakit sekali 
hati ini'. Namun, bisakah anda menemukan dimanakah letaknya rasa 
sakit hati itu? Dibawa kerumahsakit pun tidak akan membantu anda 
menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya 
diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita 
sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa? 
Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan 
membawanya masuk kedalam hati kita. Seandainya kita tidak 
mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan 
merasakannya. 

Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan 
tindakan orang lain; melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita 
tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang 
dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit 
hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa; namun, anda tidak 
mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang-
tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan-
kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah 
dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, dilingkungan anda terbentuk 
opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak, 
jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun 
tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada 
bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak 
seperti yang mereka katakan; maka itu tidak akan terlalu berpengaruh 
kepada baik atau buruknya diri anda. So what? 

Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat; 
kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau 
anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda 
ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti anda bunuh diri. Jadi, 
melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali 
bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih 
baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh 
sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.

Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu 
terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat; 
pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian 
mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. 
Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan 
saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut 
menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa 
penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam 
yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari 
kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja. 

Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu 
satu hal penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan 
melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita 
membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi 
dendam; maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak 
akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang 
bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri 
bahwa; 'kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam'. Oleh 
karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak 
perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu, 
selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf; kita akan terbebas 
dari sesuatu yang kita sebut sebagai 'sakit hati' itu. Kita juga 
bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini. 
Jadi, perlukan membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita? 


Catatan Kaki:
Apa yang dilakukan orang lain kepada kita mungkin memang penting. 
Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menyikapinya. 
Jika kita bersikap dengan cara yang tepat; tindakan apapun dari 
orang lain akan menjadikan nilai hidup kita semakin tinggi. 

Hukum Pygmalion  

Posted in ,

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.” Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.” Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…….. ….how nice!!!!Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.” Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…….. ….how nice!!!!

Kelinci & Kura2 (Win-Win)  

Posted in

Untuk menggambarkan hebatnya team work, salah satu rekan saya mendongengkan kisah kehidupan dua binatang yakni kura-kura dan kelinci. Suatu ketika, kelinci mengajak balap lari dengan kura-kura. Pertandingan pun dimulai. Kelinci langsung memimpin jauh di depan kura-kura. Tiba-tiba kelinci menoleh ke belakang, dilihatnya kura-kura masih tertinggal jauh di belakang. Karena sudah merasa menang, kelinci berhenti berlari. Sang pemakan wortel ini malah duduk-duduk santai, tidur-tiduran dan akhirnya tertidur.


Pelan namun pasti kura-kura tetap berlari. Bahkan kura-kura mampu melewati sang kelinci yang sedang tertidur. Kura-kura pun menang dan mampu mengalahkan sang kelinci.


Merasa malu dirinya dikalahkan oleh kura-kura yang kemampuan larinya jauh lebih lambat, kelinci menangis. Kura-kura pun datang menghibur kelinci sambil berkata ?lain kali kamu harus hati-hati dengan falsafah kehidupan kami, alon-alon asal klakon (pelan namun pasti)?


Kelinci menantang diadakannya pertandingan ulang. Kura-kura pun setuju. Begitu aba-aba start dimulai, kelinci langsung berlari sekencang-kencangnya. Kali ini, binatang bertelinga panjang itu mengerahkan semua kemampuannya dan fokus pada garis finis. Dia tidak lagi menoleh ke belakang dan duduk-duduk santai.Pertandingan ulang itupun dimenangkan kelinci. Kura-kura mengucapkan selamat kepada kelinci sambil mengatakan ?falsafah alon-alon asal klakon bisa dikalahkan dengan kesungguhan, semangat dan fokus pada tujuan akhir yang hendak dicapai.?


Wah kedudukan satu-satu ya? seru kura-kura. Untuk menentukan pemenangnya pertandingan di gelar kembali. Kali ini kura-kura meminta kepada kelinci agar kura-kura yang menentukan rute pertandingan. Merasa bahwa kemampuan larinya jauh lebih cepat dibandingkan kura-kura iapun menyetujui tawaran kura-kura itu.


Pertandingan dimulai. Sang kelinci langsung memimpin pertandingan. Namun di tengah perjalanan kelinci berhenti karena ternyata rute yang harus dilewati adalah sungai yang sangat lebar. Maka sampailah kura-kura di tepian sungai itu dan menyapa sang kelinci yang sedang gelisah ?maaf ya saya nyeberang duluan.? Dipertandingan ke tiga ini kura-kuralah yang menjadi pemenang. Untuk yang kedua kalinya kelinci menangis.


Kura-kura mendatangi kelinci. Sambil terisak kelinci berkata kepada kura-kura ?ternyata kalau kita ingin memenangkan pertandingan kita harus bersaing sesuai dengan core competence kita ya.?


Untuk menghibur kelinci kura-kura kemudian memberikan tawaran kepada kelinci. ?Bagaimana kalau kita berlomba lagi. Kali ini, tidak ada yang kalah, semuanya menang. Caranya, ketika di darat kamu gendong saya. Ketika di sungai saya gendong kamu? kata kura-kura. Kelinci menyetujui tawaran kura-kura.


Ternyata di pertandingan ke empat ini, waktu tempuhnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Akhirnya, kedua binatang itu sepakat bahwa kerja sama antar core competence yang berbeda akan menghasilkan prestasi yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting lagi, tidak ada yang merasa dikalahkan.


Bila kehidupan berbangsa kita dihiasai dengan kerjasama antar satu dengan yang lain, sungguh banyak prestasi yang bisa kita ukir. Keinginan untuk hanya populer, menonjolkan kelompok atau partainya saja sudah saatnya ditinggalkan.

Karya-karya besar. Membangun negeri menjadi lebih bermartabat. Menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi. Menjadikan kita sejajar dengan negara-negara besar lain. Semua itu, hanya bisa kita raih bila kerjasama anak negeri bisa kita wujudkan. Terima kasih kura-kura. Terima kasih kelinci

Strawberry  

Posted in

Strawberry merupakan tanaman buah berupa herba yang rata-rata memiliki
200 biji kecil per satu buahnya. Ada 700-an macam jenis strawberry.
Salah satu jenis spesiesnya bernama Fragaria chiloensis L. Jenis ini
yang menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Spesies yang
lainnya yaitu F. vesca L. Yang satu ini lebih menyebar luas
dibandingkan spesies lainnya. Jenis strawberry ini pula yang pertama
kali masuk ke Indonesia.

Warna merah pada strawberry matang sangat beralasan. Warna merah itu
disebabkan karena buah ini kaya pigmen warna antosianin dan mengandung
antioksidan tinggi. Mendengar kata antioksidan, anda tentu sudah tahu
bahwa itu artinya, khasiatnya sangat banyak. Dan anda benar! Buah
strawberry menyimpan nutrisi yang luar biasa. Selain antioksidan
tersebut, ia juga kaya serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C,
folat, potassium, serta asam ellagic.

Mau tahu khasiat strawberry?
1. Strawberry mampu menyusutkan kadar kolestrol.
2. Strawberry dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena
asam ellagic yang dikandungnya tersebut.
3. Strawberry dapat meredam gejala stroke.
4. Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.
5. Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih
tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry
merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh
(Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas.
Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan).
6. Strawberry yang kaya vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan
anak.
7. Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet
bagi pengidap diabetes.
8. Strawberry yang dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan
membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang
terkenal lainnya adalah anti keriput!
9. Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi.
10. Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi.
11. Daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent.
Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari,
dapat efektif menghentikan serangan diare.

Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah
strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bisa terpenuhi.

Hati-hati dalam menyimpan buah ini, karena strawberry yang sudah mulai
busuk dapat menular dengan sangat cepat ke strawberry lain yang
disimpan bersamaan. Strawberry dapat tahan 4 hari di lemari es. Tetapi
di freezer, buah ini bisa bertahan selama 1 bulan dengan cara
penyimpanan yang benar. Atur strawberry secara satu-satu terpisah,
lalu bekukan. Setelah beku, siram dengan air dan masukkan ke dalam
plastik, lalu bekukan kembali. Cara menyimpan seperti ini cocok untuk
membuat juice.

Dengan banyaknya kegunaan strawberry, yakinlah bahwa memang buah ini
cocok disebut buah cinta. Buah yang dapat menjadi kado penuh cinta
dari anda untuk kesehatan tubuh anda sendiri.

Bank Emosi  

Posted in

Bank Emosi

membangung hubungan antar individu yang erat, diibaratknan membuka suatu
rekening bank emosi pada orang lain dengan melakukan penabungan dan atau
penarikan rekening pada bank tersebut berupa tindakan negatif.

penyetoran ke dalam bank emosi adalah saat kita melakukan
perbuatan-perbuatan yang menambah kepercayaan dalam hubungan dengan orang
lain. Seperti kita melakukan suatu kebaikan, sikap ramahtamah, menepati
janji, menghormati orang lain, memberikan senyum, kesetiaan, meminta maaf
jika melakukan kesalahan dan hal baik lainya.

Dan yang dimaksud dengan penarikan adalah Perbuatan yang bisa mengikis
kepercayaan orang lain terhadap kita, misal ketidaksopanan, kritik negatif,
ingkar janji, penghiatan, dan lainya yang menyebabkan hubungan antar kita
menjadi kurang harmonis.

Dalam rekening bank emosi ini kita hanya bisa melakukan penyetoran atau
menabung dengan sifat yang tulus. Bila kita menyetor atau menabung perbuatan
baik dengan mengambil keuntungan dari seseorang, maka ketika yang kita
inginkan adalah suatu setoran maka akan menjadi sebuah penarikan . Hal yang
dapat membuat kita mengisi rekening bank emosi kepada orang lain adalah
sebuah Cinta - kasih tanpa syarat yang diberikan tanpa imbalan.

Dalam rekening bank emosi, kita wajib melakukan penyetoran secara teratus,
berbeda dengan rekening bank konvensional. dalam bank konvensional kita bisa
menyimpan uang di bank dengan membuka deposito atau tabungan dan uang itu
akan berkembang atau setidaknya jumlahnya kurang lebih tetap. Namun dalam
rekening bank emosi jika kita tidak bisa memelihara dengan melakukan
penyetoran secara teratur maka nilainya akan merosot. makanya kita perlu
melakukan penyetoran secara teratur, atau kita perlu membina hubungan dengan
sesama dengan baik dan teratur.

Jika dalam suatu rekening bank emosi kita terus menerus melakukan penarikan,
maka hubungan kita dengan seseorang akan menjadi buruk atau defisit, sesuatu
yang unik dalam mengelola bank emosi bila rekening bank kita mengalami
defisist, kita tidak bisa seketika dapat menutup defisit dengan cara
langsung melakukan penyetoran, bila rekening bank emosi kita pada orang lain
defisit, kita harus sabar dan rutin melakukan penyetoran pada rekening bank
emosi, untuk membuat saldo rekening kita menjadi plus kembali.

Penyetoran dan penarikan kita pada rekening bank emosi orang lain adalah
satu-satunya hal yang bisa kita kendalika dalam hubungan dengan sesama
manusia. Bila kita melakukan penyetoran tang tulus dengan seseorang, kita
telah menumbuhkan kondisi-kondisi yang memungkinkan kita mempengaruhinya,
tetapi tidak mengendalikan seseorang. walau pun kita memiliki surplus yang
besar dalam rekening bank emosi, kita tidak bisa mengendalikan orang lain.

Dalam hal mengisi rekening bank emosi ada lima penyetorn dan lima jenis
penarikan yang terpening
yang berpengaruh dalam rekening bank emosi

1. Kebaikan (+) berbanding Ketidak baikan (-)
2. Menepati Janji (+) Berbanding Ingkar Janji (-)
3. Memenuhi Harapan (+) berbanding membuyarkan Harapan (-)
4. Kesetian (+) Berbanding Kemunafikan/ penghianatan (-)
5. Bersedia Meminta Maaf (+) Berbanding Sombong/Angkuh (-)

Dengan mengetahui adanya bank emosi hanya berharap dapat merubah diri saya
dan rekan sahabat ketimbang menuntut keadaan yang berubah demi kepentingan
kita. dan dengan tindakan yang saya sebut penyetoran dan Penarikan dari bank
emosi dimana kita bisa membuat hubungan kita dangan sesama menajadi lebih
harmonis. Semoga kita bisa menciptakan hubungan yang lebih baik

About Me

Jakarta, Indonesia
in the crossroads of decisions

Subscribe !

Enter your email address:

Notes

Buat yang mau tukaran link/banner silahkan hubungi gw via email ataupun lwt shoutbox. Cantumkan link/banner blog saya di blog anda terlebih dahulu dan konfirmasi lwt shoutbox, link/banner anda akan saya cantumkan ke dalam blog saya secepatnya, thanks


add my banner


Leave Message !

Banners & Partners

Latest Post

Latest Visitor